20 Oktober 2008

Mengurangi Multiplier Kecemasan-MCB

Berikut adalah tulisan saya di Harian Kompas, tanggal 20 Oktober 2008, hal 1

Mengurangi "Multiplier" Kecemasan

M Chatib Basri

Amerika Serikat hari ini adalah negeri yang cemas dan panik. Gejolak keuangan telah membawa akibat bangkrutnya banyak lembaga keuangan di sana. Akibatnya, neraca (balance sheet) berbagai lembaga keuangan mengalami tekanan. Perbankan membutuhkan injeksi modal untuk rekapitalisasi.

Kecemasan ini saya rasakan awal Oktober di Brookings Institution di Washington DC, AS, ketika duduk bersama sejumlah ekonom di dalam Asian Economic Panel. Dalam sesi yang dipimpin Jeffrey Sachs itu dijelaskan betapa muramnya situasi di AS. Martin Bailey, penasihat ekonomi Presiden Clinton, berbicara: AS akan mengalami pertumbuhan negatif sampai dengan paruh kedua 2009. Tak berhenti di sana, AS juga ”mengekspor” kecemasan, kepanikan, dan kerugian ke seluruh dunia. Selengkapnya

5 komentar:

analis fundamental mengatakan...

Saya percaya bahwa negara kita akan melewati krisis global ini dengan baik. Tim ekonomi kita (Ibu Sri Mulyani dan kawan-kawan) adalah salah satu yang terbaik di dunia. Mungkin suatu blessed in disguise bahwa proporsi net ekspor/GDP Indonesia masih relatif kecil sehingga kita tidak terlalu terpukul seperti countries with small and open economy. Jika kita dapat melewati krisis global ini dengan baik (dan semoga pemilu 2009 juga berjalan dengan baik) saya percaya bahwa hal itu akan menjadi katalis menurunnya country risk premium Indonesia dan pada akhirnya membuka kesempatan bagi Indonesia untuk lebih menyejahterakan rakyatnya.
Salam kenal Bung Dede.
A comment by an analyst.
http://analisfundamental.blogspot.com/

Cahyo mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Cahyo mengatakan...

Mitos menyesatkan bahwa perdagangan bebas menjamin stabilitas ekonomi

Kapitalisme telah dipuja-puji karena keberhasilannya menciptakan jumlah kekayaan yang membludak dan oleh karena ideologi ini telah membuat banyak bagian dunia menjadi berkembang. Akan tetapi disamping ketimpangan besar-besaran dalam distribusi kekayaan, dan kemiskinan yang telah diciptakan di seluruh dunia,kapitalismememiliki rekam jejak (track record) sebagai pencipta kebangkrutan, resesi,depresi,dan keruntuhan ekonomi yang teratur. Richard Robbin , di dalam buku yang telah membuatnya menerima penghargaan “Global Problems and the culture of capitalisme” menuliskan:
'Kemunculan kapitalisme menunjukkan adanya budaya yang dalam banyak hal merupakan budaya yang paling berhasil yang pernah diterapkan, dalam hal mengakomodasi banyaknya orang di dalam kenyamanan dan kemewahan relatif dan absolut.Akan tetapi,ia tidak pernah berhasil dalam hal mengintegrasikan semua orang dalam takaran yang adil, dan kegagalan ini tetap jadi masalah yang besar bagi kapitalisme.

Baca Selengkapnya... http://selamatkannegaragagal.blogspot.com
blog inijuga mengulas masalah ekonomi, bolehkah saling memberi link, terimakasih

Pustaka Pohon Bodhi mengatakan...

"Krisis ekonomi akan diproduksi oleh kami untuk para goyim dengan cara menarik uang dari peredaran."
-- Protocols of Zion, 20--

imam ciprut mengatakan...

Keren sob

www.kiostiket.com