05 Januari 2008

Mengapa jumlah kunjungan ke blog ini naik ? (lanjutan faktor non-ekonomi)-MCB


Ketika kita menempatkan eksplorasi menjadi sesuatu hal yang sama pentingnya --bahkan kadang lebih penting-- dibanding konklusi, maka diskusi menjadi sesuatu yang amat memikat dan memperkaya kita semua. Diskusi blog ini dalam seminggu terakhir praktis didominasi oleh perdebatan mengenai faktor non-ekonomi baik oleh posting dari AAP, Ari A. Perdana , ARS, dan saya, yang kemudian ditanggapi oleh banyak rekan-rekan seperti Sonny, Dendi, Roby, Tirta, Anymatters, Go-clean-corporate dsb (maaf kalau ada yang tertinggal). Dan diskusi serta kritik yang muncul saya kira sangat memperkaya --paling tidak pemahaman saya. Disana saya belajar banyak. Dan satu hal yang penting: saya semakin optimis akan begitu banyak kualitas-kualitas yang baik untuk sebuah diskusi yang substantif. Terima kasih

Dalam tulisan ini saya ingin menggunakan studi kasus perdebatan faktor-non ekonomi sebagai bahan diskusi kita mengenai soal benefit-cost analysis. Saya minta maaf terlebih dahulu kepada rekan-rekan semua jika ada yang merasa menjadi sample penelitian tanpa minta izin terlebih dahulu.

Data dari Stat-counter menunjukkan bahwa frekuensi kunjungan ke blog ini meningkat tajam pada minggu pertama Januari 2008 dibanding minggu sebelumnya (lihat grafik). Stat-counter tentu punya berbagai kelemahan dalam mencatat statistik yang ada (silakan lihat kualifikasi yang dibuat oleh stat-counter sendiri, namun secara umum ia punya kemampuan untuk memberikan profil suatu blog. Saya sendiri seorang pemula dalam dunia blog. Guna stat-counter ini diberikan oleh Aco kepada saya). Statistik menunjukkan bahwa frekuensi kunjungan relatif rendah ketika blog ini "istirahat" karena AAP dan saya "menjadi tawanan pekerjaan kita". Namun sejak blog ini kembali aktif, maka frekuensi meningkat dan semakin meningkat tajam sejak 1 Januari 2008.

Dari data ini pertanyaan penelitiannya adalah: mengapa kunjungan ke blog ini (berdasarkan jumlah hit) meningkat tajam selama minggu terakhir? Atau faktor apa yang mempengaruhi peningkatan kunjungan ke blog ini? Apakah ini pengaruh tahun baru? Apakah ini pola ini random? Posting ini tentu bukan penelitian yang sangat serius, ia hanya mencoba merekam dan melihat sebuah pola.

Kita dapat menggunakan model demand for leisure untuk menjelaskan ini. Saya tidak akan masuk pada penjelasan formal dan teknis (mereka yang tertarik dapat membuat model formal matematika nya). Anggaplah mengunjungi blog ini adalah leisure. Misalnya, pengunjung blog harus memilih berapa banyak waktu yang digunakan untuk bekerja (disini membaca blog dikategorikan bukan bekerja tetapi kesenangan) dan berapa banyak waktu membaca blog. Harga dari per jam membaca blog adalah pendapatan yang harus dikorbankan karena tidak bekerja. Karena itu harga dari membaca blog adalah upah perjam. Dalam prinpsi optimisasi anda akan mendapatkan titik optimal pada saat marginal utility membaca blog dari tambahan jam berikutnya tidak lagi lebih besar dibanding upah per jam. Ketika anda menganggap bahwa tambahan utility dari membaca blog ini masih lebih besar dibanding upah per jam, maka anda akan mengkonsumsi membaca blog ini. Dari sisi ini kita bisa menduga bahwa permintaan mengunjungi blog ini meningkat karena tambahan dari kepuasan mengunjunginya masih relatif besar dibandingkan dengan pengorbanan yang anda lakukan (saya sama sekali tak bermaksud mengklaim blog ini baik).

Penjelasan ini sebenarnya refleksi dari cost and benefit analysis. Karena itu motivasi membaca blog ini mungkin bisa dijelaskan dengan besarnya manfaat yang lebih besar dibanding biayanya. Jika misalnya rekan-rekan yang memberikan komentar terhadap posting faktor non-ekonomi merasa tidak ada gunanya melakukan posting dan lebih baik mengerjakan pekerjaannya atau menyelesaikan disertasinya, maka mereka tidak akan memilih mengunjungi blog ini. Motivasinya tentu saja bisa bermacam-macam seperti ingin mematahkan argumen neo-classic, ingin memberikan kontribusi approach baru, ingin menimbulkan noise. Walau motivasinya bisa berbeda, pengunjung blog ini akan mengunjungi blog selama manfaat atau kepuasan yang ia rasakan lebih besar dari pengorbanan yang harus ia berikan. Apakah ada kemungkinan motif lain mengunjungi blog ini diluar analisis diatas? Jawabannya: ada. Yaitu jika keputusan mengunjungi blog ini hanyalah sekedar random atau sekedar kebiasaan saja.

Untuk menguji ini maka kita coba lihat data statistik dari Stat-Counter. Hasilnya menarik! Statistik minggu pertama Januari menunjukkan bahwa 80% dari posting-posting yang dikunjungi adalah posting Faktor non-ekonomi (MCB, ARS, Ari A Perdana dan AAP). Hal ini juga tercermin dari tingginya komentar dalam topik ini. Selain itu jika kita lihat dari referring link nya, hampir 80% langsung masuk ke blog ini tanpa melalui google atau link dari web-site atau blog lain. Artinya, ada kemungkinan pengunjung memang secara khusus masuk ke blog ini. Yang tak kalah menariknya juga, 71% dari pengunjung menggunakan waktu lebih dari 5 menit sampai lebih dari 1 jam di blog ini. Dari kelompok ini porsi yang terbesar adalah yang lebih dari 1 jam. Statistik ini menolak bahwa motif mengunjungi blog ini hanyalah sekedar random saja. Jika random, maka pengunjung mungkin tidak akan menggunakan waktunya sedemikian panjang di blog ini. Mungkin jika random, ia masuk dan dan kemudian meninggalkan blog ini segera. Motif sekedar kebiasaan juga tidak konsisten dengan statistiknya. Jika memang mengunjungi blog ini sekedar kebiasaan saja, maka frekuensi kunjungan akan praktis konstan. Namun data menunjukkan ada perubahan dari pola kunjungan dalam seminggu terakhir, dimana posting yang dicari adalah faktor non-ekonomi.

Jika kita menggunakan analisis regresi untuk menguji data statsitik ini dimana jumlah kunjungan (yang mencerminkan permintaan aktual blog ini) adalah dependent variable sedangkan dummy posting faktor non-ekonomi sebagai independent variable, saya duga dummy posting faktor non-ekonomi akan signifikan mempengaruhi permintaan terhadap blog ini.

Disini kita bisa melihat kemungkinan pendekatan ekonomi dalam menjelaskan motif anda mengunjungi blog ini. Apakah pasti benar? Apakah ini bukan sekedar analisa post factum? Bisa saja. Bagaimana cara mengujinya? Saya teringat risalah Milton Friedman yang berjudul The Methodology of Positive Economics. Milton Friedman menulis bahwa model ekonomi hanya dapat diterima, jika ia konsisten dengan fakta atau bukti empiris. Lebih jauh ia berargumentasi: teori atau model tidak bisa disimpulkan benar hanya karena model itu konsisten dengan bukti empiris, namun teori atau model dapat dikatakan salah jika ia tidak konsisten dengan bukti empirisnya. Artinya penjelasan model optimisasi mungkin saja hanya sekedar spurious atau penjelasan cost-benefit belum tentu benar, ia hanya kebetulan konsisten dengan data empiris. Kita tak bisa menyimpulkan. Namun saya bisa mengatakan tidak ada bukti empiris yang mendukung bahwa mayoritas kunjungan ke blog ini sekedar random atau sekedar kebiasaan. Dari sisi ini kita bisa melihat bahwa analisa cost benefit belum tentu benar, tetapi argumen bahwa kunjungan ke blog ini sekedar random atau sekedar kebiasaan tak punya basis empiris.

Ini jelas bukan sebuah penelitian ilmiah. Ini hanyalah sebuah upaya memanfaatkan data dan mencoba menguji hipotesa apakah analysis cost-benefit konsisten dengan fenomena meningkatnya pengunjung blog secara tajam. Bagaimana predictive powernya? Kita harus lihat, namun mungkin kita bisa membangun hipotesa bahwa tema-tema seperti ini akan membuat permintaan terhadap blog meningkat. Tentu ini harus dibuktikan. Yang menarik adalah ketika saya menyatakan hal ini, bisa saja setelah ini pungunjung blog menjadi turun karena mungkin ingin membuktikan bahwa prediksi ini salah. Bisa saja terjadi demikian. Kalau toh begitu, ini sebenarnya adalah bentuk ekspresi lain dari komentar atau reaksi terhadap blog ini, yang tetap bisa dijelaskan dalam kerangka pilihan diatas. Disini, saya kira penggunaan game theory akan sangat menarik. Selamat berdiskusi

P.S: Minggu depan saya akan berada di US untuk urusan pekerjaan, jadi mungkin tidak bisa terlalu rutin melihat blog ini. Namun saya akan coba untuk tetap mengunjungi blog ini dan memberikan komentar semampu saya, jika memang waktunya memungkinkan. Selamat berdiskusi

Catatan: Keterangan Grafik 1 (dari StatCounter):

Returning Visitors - Based purely on a cookie, if this person is returning to your website for another visit an hour or more later

First Time Visitors - Based purely on a cookie, if this person has no cookie then this is considered their first time at your website.

Unique Visitor - Based purely on a cookie, this is the total of the returning visitors and first time visitors - all your visitors.

Page Load - The number of times your page has been visited.

6 komentar:

dendi mengatakan...

Wah... ada postingan yang akan menggugah lagi nih... MCB, Thanks a lot.

Apa yang dikatakan Friedman memang inti dari ilmu. Kalau kita buka buku-buku filsafat ilmu maka kita akan menemukan: sesungguhnya tidak ada teori yang benar, yang ada adalah teori yang tidak salah.
Suatu teori disebut benar jika dia konsisten sepanjang masa. Tak ada seorang pun yang tahu suatu teori akan selalu konsisten dengan empiris dilain waktu. Sehingga, ketika dia konsisten dengan empiris teori itu disebut tidak salah ; bukan disebut teori itu benar.

Dan, untuk membuktikan suatu teori salah memang cukup sekali saja dia tidak konsisten dengan empiris. Kalau ada teori mengatakan bahwa warna angsa putih; maka saya cukup menemukan satu angsa berwarna bukan putih untuk membuktikan teori itu salah.

Anymatters mengatakan...

Apakah mungkin pemilihan topik post: "faktor non-ekonomi" memberi pengaruh thd minat pembaca? Spt di cafe salemba sempat ada topik ramai: "pacaran - sunk cost" bbrp waktu lalu yg kelihatannya berkaitan dgn faktor non-ekonomi.

Pak Dede, selamat menikmati trip-nya.

Sonny Mumbunan mengatakan...

Rizal (Sorry, jawaban ini untuk posting yang lain). Riset GR soal penitipan anak dan keterlambatan orang tua itu antara lain menunjukkan bahwa preferensi itu juga endogen. Proses "mengalami" atau social learning juga mempengaruhi preferensi. Bandingkan dengan pandangan Des Gustibus Non Est Disputandum ala Becker/Stigler, bahwa preferensi itu eksogen, tak begantung hal-hal yang mempengaruhi preferensi itu. Sama terus, sepanjang waktu.

Dede Bang, saya mau tambahin satu data mikro soal statistik blog ini :-). Saya kebetulan sakit sejak malam tahun baru. Jadi kerjanya nongkrong di kamar kos. Kebetulan ada akses internet penuh di kamar kos - dan tidak ada aktivitas substitut - jadi bisa sering masuk ke blog ini. Minggu depan, mulai kerja lagi. Dus, kalo agak jarang muncul, mungkin bukan karena efek "setelah membaca posting Bang Dede", tapi lebih mungkin karena aspek kelembagaan seperti "akses atas internet yang lebih terbatas" :-).

Soal positivisme metodologi ekonominya Milton Friedman. Bagi Friedman asumsi tidak realistis dalam ilmu ekonomi adalah sah-sah saja, tidak apa-apa, sepanjang teori itu membuat prediksi yang baik.

Bila sebuah perekonomian berperilaku "as if" orang-orang adalah perfectly rational, menjadi tidak penting apakah mereka berperilaku rasional atau tidak. Asumsi, disini, tidak butuh justifikasi apa-apa, sepanjang hasilnya tepat.

Beinhocker (2007), dalam The origin of wealth punya ilustrasi menarik untuk ini (Di ambil dari tanggapan Herbert Simon atas Friedman, dalam pertemuan American Economic Association, beberapa tahun setelah Friedman menerbitkan tulisan itu). Saya rubah ilustrasi itu sedikit, menjadi "Karena raksasa kentut, di awan terjadi guntur menggelegar".

Dalam bentuknya yang ekstrim, dalam logika Friedman, asumsi bahwa raksasa kentut itu tidak relevan sepanjang teori bisa melakukan prediksi yang tepat. Prediksi teori Friedman dalam contoh ini memang benar, bahwa ada guntur menggelegar di awan. Bagi Simon, menguji ketepatan konklusi saja tidak cukup. Untuk dapat menerima teori ini, laku lajak si raksasa itu juga mesti di observasi.

Bang, selamat menikmati perjalanannya.

Roby mengatakan...

Perilaku browsing/surfing di Internet memang bisa dimodelkan dengan asumsi utility-maximizing. Papernya ini, bukunya ini, atau artikel pendek tentang bukunya.

dvomr mengatakan...

Barangkali ada situs high-traffic yang mengarahkan pembacanya kesini, karena kalau saya lihat, naiknya kagetan.

Kalau saya, dapatnya dari blognya Pak Arya Gaduh.

hikmat mengatakan...

Menurut saya traffic itu bisa di'create' kalo kita mau melakukan 'Search Engine Optimization/SEO'. Tp kembali ke tujuan awal blog ini ,kalo saya lihat tidak bertujuan bisnis (pdhl kalo dipasang adsense bisa lumayan tuch :)) dan murni membagi ilmu dlm bentuk diskusi. Itu hal sangat baik mengingat saat ini jarang orang/kelompok yang berilmu 'lumayan' mo membagi ilmunya secara gratis. Cuman mungkin diberi sedikit intro tentang 'segmen' mayoritas pembaca dan kalangan yang diharapkan membaca blog ini, yg notabene (menurut saya) kalangan ekonom tulen (melakukan penelitian/pengamatan) secara profesional/mahasiswa peneliti. Ini agar pembaca 'awam' tidak merasa 'offended' atau merasa'digurui' dan berkomentar yg kelihatan spt 'frustasi' dan malah tidak memberi masukan. Ini memang sulit , blogger lain jg mengalami hal sama, termasuk saya.
Akhirnya mutu 'content' jg yg membawa pengunjung spt sy betah disini.
Semoga Sukses terus !
Keep up the great work!